KISAH PENGANIAYAAN FISIK & MENTAL

By fcbhindonesia

Kisah nyata ini ditulis langsung oleh Bapak Tasmin kepada Irianto, ketua tim FCBH – Indonesia. Di mana data-data maupun kronologis dari kisah yang diceritakan atau diutarakan oleh beliau tsb, telah dicheck dan recheck oleh saya sendiri ke beberapa nara sumber di dusun Cibunut dan blog Tagog – Kuningan ; Jawa Barat.

Kisah perampasan kalung salib dari seorang murid dan pemukulan terhadapnya oleh guru SMAN 1 Ciniru – Jawa Barat.
(terjadi kurang lebih 2 thn yg lalu)

Identitas dari siswa Kristen tersebut adalah sebagai berikut:
Nama : Yunus Yulius
Tgl Lahir : 23 Juli 1987
Pendidikan terakhir : Kelas III di SMU Negeri – CINIRU (belum tamat).
Nama orang tua : Bpk Tasmin Sutasmin
                            Ibu Mujinem
Jumlah saudara : 2 orang. Kedua-duanya adalah perempuan & sedang duduk di bangku SMA.
Pelaku pemukulan : Bpk Edi Supardi (eks guru SMAN Ciniru – JaBar).

Kronologis kejadian (100% seperti yang diutarakan bpk Tasmin kepada saya) 


Anakku pulang dari sekolah biasanya ceria dan seperti biasanya suka minta doa mau berangkat lagi ke sekolah untuk melatih pramuka. Tetapi apa yang terjadi, anak saya seribu membisu, mukanya merah padam. Oleh orang tua ditanya,  “Kenapa ‘nak? Ada masalah apa di sekolah?”
“Pak, kalung salibku hilang dirampas pak guru dan saya ditampar, sakit sekali.” (kira-kira demikian jawab si Yunus kepada bapaknya). Kemudian dia (Yunus) selama tiga hari diam di kamar berdoa.
Seperti biasanya, orang tua mempunyai tanggung jawab terhadap anaknya, (mulai) menelusuri kejadian yang sebenarnya.

Awalnya, orang tua datang (mendatangi) ke rumahnya (bpk Edi Supardi). Lalu (ternyata) dia (bpk Edi Supardi) datang ke rumah lalu ditanya (oleh bpk Tasmin), “Kenapa Yunus ditampar?” Karena melawan, jawabnya (bpk Edi Supradi).  Yah melawan bagaimana kata orang tua. Kata gurunya, (saat itu) Yunus ke kantor mengantarkan ulangan ke kantor pakai (memakai) kalung salib kemudian saya (bpk Edi Supardi) tarik kalung salibnya dari kerah bajunya, lalu Yunus berusaha mempertahankan kalung salibnya, (yang) akhirnya Yunus ditampar oleh gurunya.
Kemudian orang tua (Yunus) memberi saran kepada guru tersebut (lebih tepatnya pertanyaan): Apa mengganggunya, kalung salib itu kan citra keagamaan (keyakinan) dan jangan dilakukan (pemukulan/perampasan) di ruangan guru; anak akan korban perasaan. Kalau bisa (seharusnya) dibawa ke ruangan khusus (di BP). Karena kalau anak di sekolah itu anak kita. Lalu secara diam-diam orang tua berusaha mengobatinya. Setelah beberapa minggu kepala sekolah  dating ke rumah (mengatakan) supaya anak istirahat dulu dan memberi undangan untuk (kepada orang tua) untuk dating ke sekolah.

Hari senin, orang tua memenuhi undangan, datang ke sekolah. tetapi yang terjadi? Di sekolah sedang upacara bendera. Ditanyakan (apakah) kepala sekolah datang atau tidak, ternyata tidak ada. Pas bubar upacara, orang tua mau pulang ternyata guru tersebut (bpk Edi Supardi) menghapiri. Katanya: “Kenapa kamu memaluin (mempermalukan) saya.” Berkata demikian pada orang tua. Ternyata jawaban orang tua tidak didengar, orang tua berusaha ingin menyelesaikan pembicaraan tadi dengan ikut ke kantor tetapi apa yang terjadi? Saya (bpk Tasmin) dipukul dan terjadilah baku hantam sehingga nantang urusan (diperpanjang). Ternyata semua urusan (proses hokum) gagal atau kalah. Hukum tinggalah hokum. Proses hokum berjalan dengan sia-sia saja. Proses hukum berjalan tidak mulus sesuai apa yang diharapkan.
(Kemudian) Orang tua berusaha lewat majalah korang (maksudnya : koran) mengirim judul (tulisan) Anakku Sayang Anakku Malang, maksudnya untuk menyentuh hati nurani pembaca supaya merasa terpanggil (untuk mendukung atau membela). Tetapi apa yang diharapkan hampa belaka. Akhirnya hanya kepada Tuhan yang menolong segala perkara: Tuhan Yesus, hanya kepadaMu aku serahkan anakku. Semogga Engkau menyembuhkan (memulihkan). Dengan iman (ku) sebiji sesawi, Engkau akan mengabulkan doa, Amin!
(Semoga Yesus tetap di hari kita)

Demikianlah curahan hati bapak Tasmin kepada saya. Memang bila ditilik dari penulisan, banyak sekali kosa kata dan penggunaan tanda-tanda baca yang amburadul. Tetapi hal tersebut dapat dimaklumi. (Ayah) Orang tua mana yang tidak akan stress berat apabila istri dan anak lelaki satu-satunya mengalami ketergangguan jiwa? Ditambah lagi penghasilan sebagai guru SD yang kecil dan harus menanggung biaya sekolah 2 anak gadisnya yang tengah duduk di bangku SMA?
Mari, sisihkan waktu sedikit untuk mendoakan YUNUS dan keluarganya. Biarlah mujizat TUHAN berlaku di tengah-tengah mereka, karena tiada yang mustahil bagiNYA, AMIN.

 
Berikut ini 2 buah foto dari Bapak Tasmin dan anak-anaknya.

 

Pak Tasmin dan Yunus

Pak Tasmin dan Yunus

Pak Tasmin dgn anak-anaknya

Pak Tasmin dgn anak-anaknya

 

Eli, ibunya dan neneknya saat kebaktian

Eli, ibunya dan neneknya saat kebaktian

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan