Dalam kehidupan sehari-hari sering kita mendengar kata : Pelayanan. Atau juga pernah kita mendengar seorang teman yang berkata: “Kamu ngga ikut pelayanan di gereja?” Atau mungkin berkata, ” Aku mau pergi pelayanan nih.” dsb
Apakah makna dari pelayanan yang mereka maksud? Apakah menjadi seorang pelayan yang benar-benar melayani tuan/majikan (yaitu Kristus dan tubuh-Nya) atau cuma pekerjaan yang berkedok “pelayanan”?
Zaman sekarang ini begitu banyak orang yang dengan mudahnya mengeluarkan kalimat : “Saya adalah pelayan Tuhan.” Kemana-mana mereka mengaku-ngaku kalau mereka adalah pelayan Tuhan. Di gereja, mereka memperkenalkan diri sebagai pelayan Tuhan. Di tengah-tengah lingkungannya, mereka juga selalu menggembar-gemborkan pelayanannya. Bahkan di saat ada waktu untuk berbicara, maka mereka akan berkoar-koar kalau mereka adalah pelayan Tuhan. Tujuannya tak lain agar orang-orang tahu kalau mereka “melayani Tuhan” sehingga orang-orang menjadi simpati (bahkan) memberikan “salam tempel” yang jumlahnya lumayan besar
Tapi apakah mereka pernah mengalami 1% saja dari apa yang pernah dialami oleh para sahabat (murid) YESUS KRISTUS sewaktu mereka menjalanankan misi pelayanan mereka?
Saat ini begitu banyak media massa yang digunakan sebagai sarana untuk melayani tubuh-tubuh Kristus. Tapi di balik itu, media massa juga dipergunakan sebagai “corong” untuk MENYOMBONGKAN DIRI dan mengeruk harta demi kepentingan pribadi.
Coba kita telaah pekerjaan dari sahabat / murid KRISTUS ketika memulai pelayanannya. Apakah mereka selalu berdoa dan memohon kepada Tuhan agar diberi cuaca yang tenang & adem ayem saja? (tidak panas terik maupun hujan badai). Apakah mereka selalu memohon pada Tuhan agar mereka diberi kuda atau keledai terbaik sebagai sarana transportasi mereka? (utk zaman sekarang dikategorikan motor, mobil, pesawat dsb). Apakah mereka meminta pada Tuhan agar pundi-pundi mereka selalu diisi penuh oleh Tuhan? (zaman sekarang dikategorikan sebagai : keuangan yang selalu berkelimpahan). Atau apakah mereka selalu meminta imbalan pada orang-orang yang telah mereka layani? (misalnya minta uang atau makanan?). Dan apakah mereka hanya pergi melayani keluarga orang kaya, seperti misalnya keluarga para raja dan para bangsawan?
Jawabannya : TIDAK!
Tapi lihat apa yang terjadi akhir-akhir ini? Banyak dari generasi “nabi-nabi palsu” yang bergentayangan di muka bumi ini yang berteriak-teriak :” Kami pelayan Tuhan.” “Kami mampu menyembuhkan yang sakit dan membangkitakan yang letih.” Ditambah lagi semakin banyaknya manusia yang “membisniskan” TUHAN YESUS! Ada yang memanfaatkan kemampuannya dalam berpidato (berkhotbah) untuk mendapatkan uang dan ada pula yang menjual suaranya dengan dalih “kesaksian pujian” bagi kemuliaan ALLLAH di surga. Ada yang tega memorotin orang tua-nya dengan alasan “pelayanan di gereja”.
Apakah generasi seperti mereka itu pernah melayani orang-orang (jiwa-jiwa) seperti foto-foto yang ada di bawah ini?
Lihatlah generasi muda sekarang. Hampir semuanya ingin serba instan. Kalau gereja tidak menyetujui proporsal rencana “pelayanan” mereka, maka mereka akan ngambek dan langsung menghilang dari gereja. Atau keluarga muda yang begitu mudahnya mencaci maki para Hamba Tuhan (mis: Pendeta, Penatua, diaken dsb). Atau bahkan jemaat yang bahkan bersikap jahat (melebihi YUDAS ISKARIOT) kepada jemaat lain dan kepada gembala gerejanya.
Sungguh……, benar-benar sungguh saat ini adalah saatnya zaman akhir. Mari kita melayani demi kemuliaan nama Tuhan saja. Bukan melayani agar (menjadi pengkhotbah atau penyanyi) terkenal. Mari kita melayani demi kebesaran kerajaanNya di seluruh bumi ini, bukan melayani demi memperkaya diri sendiri. Buat apa memberikan kesaksian pujian (singer, vokal group dan/atau koor) di setiap kebaktian kalau masih saja merokok, main judi, terikat roh free seks, narkobaisme, pemabuk, korupsi/mencuri, menipu, melakukan fitnah dan/atau adu domba dsb? Buat apa berbicara kepada orang-orang bahwa dirinya telah “lahir baru” sedangkan kelakuannya justru lebih mengerikan bila dibandingkan dengan para ahli taurat / kaum farisi yang menginginkan kematian YESUS KRISTUS?




